<!– @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>
Lapangan basket seolah memanggilku..ku dengar kembali suara bola dilemparkan ke dalam ring..semilir angin menghembuskan rambutku. Aku teringat pada sebuah kenangan. Di hari pertama aku masuk SMP,dimana aku masuk di kelas I A aku bertemu seorang teman,bernama Nina. Aku duduk disampingnya,namun selang beberapa hari aku duduk dengan Indah,teman yang baru saja aku kenal. Di kelas ini,aku selalu dijahili seorang temanku,Adit. Adit anak yang nakal,suka mengganggu,sering bolos sekolah hingga guru BK bosan dengan kelakuannya. Suatu ketika aku diganggu oleh Adit,saat itu aku nyaris dimarahi bu guru gara-gara Adit,tapi seorang teman laki-laki yang sekelas denganku membelaku. Namanya Indra,di kelas dia anak yang pandai dan baik hati.
Indra selalu ada untukku,dia selalu menolongku dalam banyak hal. Aku sendiri heran setiap aku butuh pertolongan,dia selalu datang tiba-tiba menolongku. Aku jadi sering bersamanya,semenjak itulah aku merasa menemukan seseorang yang bisa membuatku merasa nyaman dan bahagia rasanya di dalam relung hati setiap kali aku bersamanya. Mungkin ini yang namanya cinta dan jika benar maka ini cinta pertamaku tapi aku bingung mengatakannya.
Aku masuk tim inti softball di SMP ku dan tanpa sepengetahuanku pelatihku ternyata merekrut Indra sebagai seorang kapten tim. Sedangkan aku sebagai seorang pitcher. Setiap pertandingan aku selalu semangat karena ada dia. Hari ini penerimaan hasil Ujian Nasional aku lulus dengan nilai yang memuaskan.
” Tik,gimana lulus nggak?” Tanya Indra.
“ iya,aku lulus Indra”,jawabku.
“Lalu kamu mau melanjutkan kemana?”Tanya Indra sambil tersenyum padaku.
“ Mungkin aku akan melanjutkan ke SMAN 4,kamu sendiri ingin melanjutkan kemana?”kataku.
“ Aku sendiri nggak tahu Tik,ya nanti aku kabari kamu.”jawabnya sambil tersenum lagi
“ Kamu datang nggak di acara perpisahan,kamu mau ya datang sama aku?”
“ Ya aku mau,tapi sama Nina dan Indah ya!”
Acara perpisahan berlangsung mengharukan,dan aku merasa gelisah kenapa Indra tak datang di acara itu,padahal dia sudah janji padaku untuk datang.
“Tik, ini ada titipan dari Indra. Dia nggak bisa datang karena suatu hal?”kata Reza
“lho,kenapa kok mendadak,kenapa dia nggak bilang sama aku?”tanyaku.
“aku nggak tahu,dia hanya titip ini untuk kamu.”kata Reza.
“Ya,terima kasih Rey!”kataku.
Aku membuka kotak bersampul merah yang Indra berikan untukku. Kotak itu berisi sebuah kalung kristal dan selembar surat yang harum baunya.Di surat itu Indra mengatakan bahwa cerita yang terjadi di sekolah ini biarlah hanya terjadi disini. “Kalung kristal ini suatu saat akan mempertemukan aku dan kamu.”..
Aku bingung dengan kalimat dia,hingga akhirnya aku pergi ke rumahnya,tapi apa yang terjadi ternyata Indra sudah pindah rumah. Aku selalu mencoba menghubungi nomor ponselnya tapi tidak aktif. Aku menyesal kenapa aku belum mengutarakan perasaanku padanya,dan aku bingung mengapa dia pergi tanpa pamit padaku. Setiap hari aku mencarinya bersama Reza, namun kami tak pernah menemukannya. Aku benar-benar kehilangan dia.
Suatu hari aku ikut Mama ke pasar, sejenek ku melepas lelah dengan memesan es cendol di pasar tiba-tiba kulihat seorang ibu yang menenteng barang belanjaannya yang mirip seperti Mamanya Indra, karena penasaran aku mengejarnya. Ketika ku panggil ibu itu semakin berlari menjauh dariku padahal kami sudah saling bertatap muka.
“Bu, tunggu!! Kataku sambil memegang erat tanagn ibu itu.
Ternyata benar beliau adalah Mama dari Indra.
“Ternyata,saya tidak salah orang, Bu saya hanya ingin bertanya bagaimana keadaan Indra sekarang dan dimana dia berada bu?” tanyaku.
“Maaf Tika, keadaan Indra saat ini baik-baik saja dan dia ada di rumah sekarang. Oh ya mulai sekarang kamu harus berusaha melupakannya ya! Kata Mama Indra.
“Tapi mengapa bu?”jawabku penasaran.
Mamanya Indra langsung pergi meninggalkanku dan berlari seolah menyembunyikan sesuatu dariku.
Aku berusaha melupakan Indra dan mengubur dalam-dalam rasa cinta di hatiku. Namun tak pernah bisa kulakukan itu, hingga ku menyibukkan diriku sendiri dengan banyak kegiatan. Aku berhenti bermain softball demi melupakan semua tentang Indra. Aku mencoba hobi baru dengan mengikuti blap gokart. Awalnya memang hobi tetapi setelah aku juara akhirnya aku meneruskannya hingga sekarang.
Pada suatu perlombaan gokart aku ditantang seseorang. Aku baru mengetahuinya setelah rekan sati timku yang juga sahabatku, Reza memberitahuku. Aku yang selama ini belum pernah terkalahkan oleh siapapun kini dikalahkan oleh seseorang yang menantangku itu. Setelah balapan usai aku jadi penasaran siapa dia sebenarnya, mengapa aku baru melihat mobil gokartnya sekarang, apa dia pembalap baru? Aku bertanya-tanya dalam hati. Saat aku keluar dari mobil dam membuka helmku.dia pun keluar dari mobil. Aku melihat sebuah kalung kristal yang terpancar sinarnya karena terpaan cahaya matahari. Kalung itu mirip sekali dengan kalungku, pemberian dari Indra waktu perpisahan dulu. Setelah dia membuka helmnya,aku benar-benar terkejut wajahnya mirip sekali dengan Indra.
“Hai, apa kabar? Kok melamun, kamu pasti terkejut ya, aku memang Indra. Aku sengaja menantangmu karena ku hanya ingin tahu bagaimana kabarmu.” Kata Indra.
Aku masih terdiam dan tak percaya kalau orang yang selama ini kucari ada dihadapanku bahkan bicara padaku. Aku pingsan dan tak sadarkan diri selama selama 15 menit.
Saat ku tersadar, aku bertanya-tanya dimana Indra sekarang.
“Indra dimana Rey?” tanyaku pada Reza.
“Indra siapa, Indra cinta pertamamu. Tik..Tik..dia itu sudah pergi meninggalkanmu sekian tahun yang lalu, dia pasti sudah melupakanmu.
“Tapi tadi aku balapan dengannya Rey! Bahkan aku melihat dengan jelas dia berbicara padaku..”kataku
“Kamu itu tadi ketiduran paling-paling kamu hanya mimpi bertemu dia, karena kamu masih sering memikirkannya. Padahal belum tentu dia memikirkanmu.”kata Reza.
“Masak aku mimpi, tidak mungkin.”Kataku tak percaya jika tadi hanya sekedar mimpi.
Reza memberiku secarik kertas dan memperlihatkannnya padaku.
“Ini lihat aku berhasil membujuk Mamanya Indra untuk memberi tahu dimana alamat Indra sekarang.”kata Reza.
“Apa. Kamu yakin ini alamatnya?” kataku.
“Ya pasti aku yakinlah, suadah sekarang kamu cuci muka setelah itu aku akan menemanimu untuk mencari alamat ini.” Kata Reza.
Setelah lama mencari akhirnya kami bertemu dengan Mamanya Indra.
“Indra dimana tante?” tanyaku
Sungguh bert tante mengatakannya pada kalian nak, terutama kamu Tika. Bahwa Indra sudah pergi meninggalkan kita semua.”kata tante.
“Apa maksud tante?” Tanya Reza.
“Indra sudah meninggal dunia sesaat setelah dia menitipkan sesuatu padamu Rey, dia mengalami gagar otak dan mengalami pendarahan yang sangat banyak. ”kata tante.
Begitu mendengar hal tersebut aku pingsan dalam pingsanku kulihat Indra tersenyum. Semburat senyum manis merekah bagai bulan purnama yang bersinar terangi bumi. Terlihat binary matanya yang menggambarkan kebahagiaannya.
<!– @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>
Oleh: Tika F.